Selasa, 05 Agustus 2025

titik denyut nadi




Kepala dan Leher:

1. Superficial temporal – di pelipis.


2. External maxillary (facial artery) – di rahang bawah, dekat dagu.


3. Carotid – di leher bagian samping, dekat trakea (sangat umum dipakai untuk cek nadi saat darurat).



Dada:

4. Apical – di dada kiri, di atas jantung (biasanya diperiksa dengan stetoskop, bukan jari).



Lengan dan Tangan:

5. Brachial – di lengan atas bagian dalam (dekat lipatan siku); sering digunakan untuk cek tekanan darah.


6. Radial – di pergelangan tangan bagian ibu jari; paling umum diperiksa.


7. Ulnar – di pergelangan tangan bagian kelingking.



Panggul dan Kaki:

8. Femoral – di selangkangan; penting untuk cek sirkulasi darah bagian bawah tubuh.


9. Popliteal – di belakang lutut.


10. Posterior tibial pedis – di belakang mata kaki bagian dalam.


11. Dorsalis pedis – di punggung kaki, antara ibu jari dan jari kedua.



hormon pituitary


🔹 Struktur dan Jalur Utama:

1. Hipotalamus

Menghasilkan neurosecretion (hormon pelepas dan penghambat) yang dikirim melalui sistem portal hipofisis ke adenohipofisis (lobus anterior kelenjar pituitari).

Termasuk nukleus penting seperti:

Supraoptic nucleus

Paraventricular nucleus



2. Sistem Portal Hipofisis

Hormon dari hipotalamus dilepas ke plexus primer, lalu mengalir melalui vena portal hipofisis ke adenohipofisis.


3. Adenohipofisis (Lobus Anterior)

Menerima sinyal dari hipotalamus dan menghasilkan hormon:

TSH (Thyroid Stimulating Hormone) → Kelenjar tiroid

ACTH (Adrenocorticotropic Hormone) → Korteks adrenal

FSH (Follicle Stimulating Hormone) → Testis & ovarium

LH (Luteinizing Hormone) → Testis & ovarium

Prolaktin → Payudara (produksi susu)

GH (Growth Hormone) → Liver → IGF-1 → Tulang, otot, lemak



4. Neurohipofisis (Lobus Posterior)

Tidak menghasilkan hormon sendiri, tetapi menyimpan dan melepas hormon dari hipotalamus:

Oksitosin

ADH (Vasopresin)




---

🔹 Hormon-Hormon dan Targetnya:

Hormon dari Pituitari Target Organ Fungsi Utama

TSH Tiroid Meningkatkan produksi hormon tiroid (T3, T4)
ACTH Korteks adrenal Merangsang kortisol
FSH Testis/Ovarium Spermatogenesis & pematangan folikel
LH Testis/Ovarium Ovulasi & produksi testosteron
Prolaktin Payudara Produksi ASI
GH Hati (IGF-1) → Tulang, otot, lemak Pertumbuhan, metabolisme



---

🔹 Tambahan:

GH (Growth Hormone) bekerja tidak langsung melalui IGF-1 (Insulin-like Growth Factor 1) yang dihasilkan di hati.

IGF-1 memengaruhi pertumbuhan tulang, massa otot, dan metabolisme lemak.




Contoh hubungan hormon dengan penyakit

1 Hipotiroidisme ↓ TSH → ↓ T3/T4 Lemah, sembelit, dingin, depresi
2 Hipertiroidisme (Graves') ↑ TSH atau autoimun Panas, jantung cepat, gugup
3 Penyakit Cushing ↑ ACTH → ↑ Kortisol Obesitas wajah/batang, striae, gula naik
4 Addison’s Disease ↓ ACTH → ↓ Kortisol Lelah, tekanan darah turun, kulit gelap
5 Gigantisme ↑ GH (anak-anak) Pertumbuhan tulang ekstrem
6 Akromegali ↑ GH (dewasa) Rahang besar, tangan/kaki membesar
7 Dwarfisme hipofisis ↓ GH (anak-anak) Tubuh kerdil, pertumbuhan lambat
8 Kanker payudara hormon-sensitif ↑ Prolaktin, estrogen Prolaktin tinggi bisa memperburuk
9 Galaktorea ↑ Prolaktin ASI keluar tanpa hamil/menyusui
10 Infertilitas wanita ↑ atau ↓ LH / FSH Gangguan ovulasi
11 Infertilitas pria ↓ LH / FSH → ↓ testosteron/sperma
12 Amenorea (tidak haid) ↓ FSH/LH Siklus haid tidak terjadi
13 PMS berat / PMDD Ketidakseimbangan LH, estrogen Emosi tidak stabil menjelang haid
14 Sindrom ovarium polikistik (PCOS) LH↑ / FSH↓ Jerawat, haid tak teratur, sulit hamil
15 Hipopituitarisme Semua hormon ↓ Banyak sistem tubuh gagal
16 Tumor hipofisis (Adenoma) ACTH, Prolaktin, GH dsb. Bisa hiper atau hipo fungsi
17 Diabetes insipidus ↓ ADH dari neurohipofisis Urin encer, dehidrasi
18 Sindrom Sheehan ↓ hormon hipofisis pasca melahirkan Kejadian setelah perdarahan berat
19 Pubertas dini ↑ LH/FSH dini Anak terlalu cepat dewasa
20 Pubertas terlambat ↓ LH/FSH Terlambat tumbuh seksual
21 Depresi endokrin ↓ TSH, ↓ GH Energi dan mood menurun
22 Obesitas hormon-sentris ↑ Kortisol, ↓ T3/T4 Metabolisme lambat, lemak menumpuk
23 Kelelahan kronis ↓ Kortisol, TSH Tubuh lemas meski tidur cukup
24 Autoimun tiroid (Hashimoto) TSH naik kompensasi Hipotiroidisme progresif
25 Sindrom metabolik GH / IGF-1 / TSH abnormal Lemak perut, kolesterol tinggi
26 Masalah pertumbuhan anak GH / IGF-1 Pendek, kurus, lemah
27 Osteoporosis ↓ Estrogen/testosteron Tulang rapuh, terutama pada wanita menopause
28 Impotensi pria ↓ LH / Testosteron Tidak ada ereksi atau libido rendah
29 Menopause dini FSH tinggi terlalu awal Hormon seks menurun sebelum usia normal
30 Penyakit liver terkait hormon GH → IGF-1 (hati) Gangguan IGF-1 berdampak luas

Senin, 03 Juni 2013

Penyembuhan dengan Perawatan Ramuan Obat Alami Sesuai dengan ilmu medis yang mujarab dan aman


Penyembuhan dengan Perawatan Ramuan Obat Alami
Sesuai dengan ilmu medis yang mujarab dan aman 

Penerbit Sumber Ilmu Pekalongan
Pengarang M. A Rosali
Tahun Desember 1990 

Ramuan Obat Penyakit Dalam 6-12 
Ramuan Obat Sakit Perut  13  -15
Ramuan Obat Wanita/ Bayi    19 -27
Ramuan Obat Batuk 27 - 29
Ramuan Obat Keracunan 30-31
Ramuan Obat Penyakit Kulit 32- 38
Ramuan Obat Sakit Bagian Kepala 38-41
Ramuan  Obat Penyakit Dalam 41 - 47
Khasiat Beberapa Daun
Kunyit 54
Temulawak 55
Daun Sirih 57
Daun Sembung 58
Cocor Bebek 59
Daun Meniran 60















Tanaman Obat untuk Penyakit Jantung, Darah Tinggi dan Kolesterol


Tanaman Obat untuk Penyakit Jantung, Darah Tinggi dan Kolesterol 
Drs Sudjaswadi Wiryowidagdo dan M. Sitanggang



Tanaman Obat untuk Penyakit Jantung, Darah Tinggi dan Kolesterol 
Drs Sudjaswadi Wiryowidagdo dan M. Sitanggang 


Ramuan 23 
Bahan : 
Daun Meniran
Daun Belimbing Asam ( Wuluh0
Daun Pepaya

Cara Meramu 
Semua bahan sudah merupakan daun yangtelah dikeringkan kemudian digiling dan diayak 
Selanutnya anda dapat : 
Pemakaian :
Satu sendok teh ramuan diseduh dengan segelas air mendidih, atau direbus dengan air sebanyak 250 cc. Setelah itu tunggu airnya menjadi suam-suam kuku. Kemudian minum
Anda dapat mengkonsumsi ramuan ini sebagai pengobatan penyakit darah tinggi dengan mengkonsumsinya sebanyak  100 cc ramuan , dan sehari sebanyak tiga kali sehabis makan. Atau jika anda telah mengkonsumsi obat dokter/ kimia sintetis berikan jeda selama 60-90 menit
Selamat Mencoba

Ramuan 24
Bahan
Daun meniran segengam 
Daun kumis kucing segenggam
Rimpang / Umpi lempuyang
Rimpang kencur sebesar kurang lebih satu jari

Cara Meramu :
Semua bahan telah berbentuk kering dan kemudian ditumbuk menjadi halus dankemudian diayak.

Cara Mengolah :
Sediakan air sebanyak 100 cc atau kurang dari setengah gelas , kemudian rebus ramuan sebanyak 1 sendok teh. Setelah mendidih matikan rebusan ramuan.
diamkan hingga ramuan menjadi suam-suam kuku
Selanjutanya anda dapat mengkonsumsinya sehari sebanyak dua kali . 
Pada pagi dan malam hari.
Apabila anda mengkonsumsi obat-obatan dari dokter/ kimia, berikan waktu berjarak antara ramuan dengan obatan herbal ini minimal 1 jam
Ada baiknya sebelum anda mengkonsumsi ramuan ini dikonsumsi sebelum makan siang.


Ramuan 25
Daun sambiloto 2 gengam
Daun seledri 1 gengam
Dan bawang putih satu siung

Resep Praktis ijemherbal adalah :
Daun Sambiloto 10 gram
Daun Seledri 7 gram
Bubuk bawang putih 3 gr
Adas Pulowaras 3 gr

Cara meramu :
Rebus semua ramuan dengan 250 cc air/ 1 gelas normal.
Kemudian setelah rebusan matang ( direbus dengan air kecil saja), kemudian diamkan sampai ramuan menjadi hangat
Anda dapat mengkonsumsinya sehari sebanyak dua kali
Jangan minum ampas dari ramuan ini.

Catatan untuk ramuan
Jika anda bersamaan mengkonsumsi obat dari dokter/ kimia. Berikan waktu satu jam antara kedua jenis obat-obatan ini
Sebaiknya anda disarankan untuk makan terlebih dahulu sebelum mengkonsumsi ramuan ini.
Ketika anda melakukan pengobatan herbal sebagai pilihan terapi ini amat disarankan untuk diwajibkan mengkonsumsi air putih dalam 1 harinya sebanyak minimal 2 liter


Ramuan 26
Daun meniran
daun sambiloto
Daun Seledri
Jeruk nipis


Resep Ijem herbal
Daun Meniran bubuk 10 gram
Daun sambiloto 5 gr
Daun Seledri 10 gr
Jeruk Nipis segar 1 buah

Rebus ramuan dengan 250 cc air. Sebaiknya rebus meniran, sambiloro dan seledri dengan api sedang saja. Gunakan perebusan dengan gerbah/ berbahan dasar tanah liat. Setelah ramuan mendidih, kecilkan api kemudian tunggu airnya menyusut menjadi setengahnya . Setelah itu sari dengan saringan yang lembut
Tunggu rebusan ini menjadi hangat
Setelah hanggat ramuan ini dapat diberikan dengan irisan jeruk nipis yang diambil airnya. Air perasan jeruk ini secukupnya saja

Dosis:
Minum ramuan ini sehari sebanyak tiga kali
Pagi, siang maupun malam hari
Konsumsi air putih sehari sebanyak minimal 2 liter sebagai salah satu faktor penunjang untuk berkhasiatnya ramuan ini sebagai pengobatan

Ramuan 27
Daun meniran
Daung murbei
Daun kumis kucing
Rimpang Lempuyang gajah
Rimpang kencur
Rimpang kunyit kuning
Tepung beras 

Ramuan 28
Daun pegagan
Dain seledri
Daun murbei
Mentimun

Ramuan untuk kolesterol

Ramuan 1 
Buang jagung muda segar 2-3 buah 


Ramuan 2 
Temulawak

Ramaun 3
Belimbing manis yang sudak masak

Rambuan 4
Belimbing Wuluh sebanyak 3 buah

Ramuan 5
Kunir sebanyak 10 gram

Ramuan 8
Wortel segar

Ramuan 9
Daun Sambiloto 20 gr


Beberapa istilah kedokteran

Diabetes Melitus : Penyakit kencing manis akibat kelenjar punkreasnya yang mengubah gula menjadi sukros tidak bergungsi dengan bail

Di  : Masa relaksasi jantung yakni kedua bilik jantung pada saat darah mengalir ke dalamnya
Embali : Udara dalam pembuluh darah atau penyumbatan pembuluh darah akibat darah membeku

   : Lekuk siku bagian dalam
Hemoglobin : Zat warna dalam sel darah merah yang berguna menyangkur oksigem dan karbondioksida
Hipertensi Esensial : Hipertensi yang penyebabnya tidak diketahui dengan pasti
Hipertensi renal : hipertensi yang punya hubungan erat dengana danya ganguan pada ginjal
insulin : Hormon yang dihasilkan oleh sel sel beta kelenjar perut ( pankreas) yang bergina untuk mengatur metabolisme karbhidrat di dalam tubuh
Iskemi : Keadaan kurang darah dalam jaringan khususnya dalam jaringan di jantung
Katup Miral : Klep berbentuk sunggup yang mencegah darah kembali dari biliki kiri ke serambi kiri
Neurotic : Ganguang pada saraf tubuh
Non- koroner : Penyait yang bukan disebabkan gangguan pembuluh darah
payah jantung, lemah jantung atau gagal jantung menhdail lemah akibat kekeruangan darah atau kerusakan jaringannya
Sistole : Jantung mengucup akibat kontraksi otot jantung
Simtom Anemia : Ganguan penyakit akibat kurang darah karena pengaruh gizi yang buruk
Streptococus hemoliticus : Genus bakteri berbahaya yang bisa menyerang jantung
Vena paru : Pembuluh darah vena di paru